Sejak dahulu, para ilmuwan sangat terobsesi untuk meneliti planet ini. Setelah ditemukannya relief-relief yang nampak seperti kanal (channel), beberapa pengamat menduga bahwa di planet ini terdapat peradaban — kehidupan! Apakah benar-benar ada kehidupan di sana?
Â
Â
Dilatarbelakangi keingintahuan yang besar, beberapa misi antariksa diluncurkan guna menguak misteri planet Mars. Wahana Viking berhasil mendarat di permukaan planet, dirancang salah satunya untuk melakukan eksperimen terhadap sampel bebatuan planet tersebut. Berharap akan suatu titik terang, para ilmuwan harus menerima kenyataan bahwa dari hasil eksperimen tersebut sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda akan adanya kehidupan.
Pencarian tidak berhenti di sini. Para ilmuwan terus berusaha meneliti dan menganalisa citra serta apa-apa saja yang didapatkan dari planet Mars ini. Dari citra-citra tersebut dapat dikatakan bahwa: benar, planet Mars pernah dialiri air — dalam bentuk cairan (liquid)! Mengapa tertarik dengan air? Itu karena air menandakan adanya kehidupan!
dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup … (QS. 21:30)
Namun benar, di seluruh permukaan Mars saat ini sama sekali tidak terlihat adanya air! Lalu, ke manakah air yang dulu pernah ada di sana? Menguap? Tidak mungkin. Hipotesa yang paling masuk akal adalah bahwa si air tersebut saat ini berada di bawah permukaan Mars.
Lalu bagaimana kelanjutannya? Saat ini para ilmuwan berencana untuk meluncurkan wahana yang akan melakukan pengeboran — drilling — pada permukaan planet Mars. Pertanyaannya bukan lagi “what's on Mars?“, tetapi menjadi “what's in Mars?“












